Sejarah Hidup Lao Tzu
Lao Tzu hidup pada tahun 640 SM. Nama aslinya adalah
Li Erh dan Lao Tzu, sedangkan nama dewasanya adalah
Dewata, Lau Chun, Th'ai
Shang Lau Chun, atau Th'ai Shang Hsuan Yuan Huang Ti. Nama Lao Tzu secara
harfiah mengandung pengertian “
Empu Tua”. Sumber utama tentang
biografi Lao Tzu terdapat dalam
Shih Chi atau
“Record Of The
Historian” (Catatan-catatan Historis) Karya
Su Ma Chien,
sejarawan yang menulis pada tahun 100 SM. Dia berkata bahwa Lao Tzu adalah
keturunan keluarha
Li sekaligus penduduk asli
Chu Jen, sebuah
desa di distrik
Hu, negri
Chu yang sekarang berubah namanya
menjadi
Lu Yi di bagian timur provinsi
Honan. Umur Lao Tzu
diperkirakan mencapai 150 tahun, namun ada beberapa orang yang mengatakan
umurnya mencapai 200 tahun lebih.
Pada masa-masa muda Lao Tzu pernah bertugas sebagai seorang pegawai di
sebuah kantor penyimpanan dokumen-dokumen dan surat-surat kuno dan bersejarah
kerajaan (Perpustakaan) pada masa
Dinasti Chou (1111-255 SM). Ketika
menginjak masa pensiunnya Lao Tzu mempraktekkan prinsip hidup yang jauh akan
hawa nafsu dengan pergi menghindar dari kehidupan dunia dan bermukim disebuah
hutan yang sekarang ini dikenal dengan ajaran Tao. Ia berpendapat bahwa manusia
harus menemukan kebahagiaannya masing-masing bukan kesuksesan, hal ini hanya
dapat di raih dengan menjalankan prinsip Tao yaitu memisahkan diri dari
keramaian serta menekankan prinsip
Wu-Wei yaitu kesederhanaan, penuh
kedamaian, ketenangan batin dan kemurnian pikiran atau budi.
Di akhir perjalanan hidupnya Lao Tzu dikabarkan pergi kearah Barat, Tibet.
Dalam perjalanannya dia bertemu dengan seorang penjaga gerbang negri Tibet di
lembah Hanoko yang bernama
Yin Shi, Lao Tzu bermaksud meninggalkan negrinya
sendiri, namun penjaga itu melarangnya karena penjaga gerbang itu merasa bahwa
Lao Tzu adalah tokoh yang luarbiasa. Singkat cerita penjaga gerbang
memperbolehkan Lao Tzu untuk meninggalkan negrinya tetapi dengan satu syarat
yaitu “
Harus Meninggalkan Suatu Ajaran Yang Dapat Bermanfaat Untuk
Masyarakat Negrinya”. Akhirnya Lao Tzu sepakat dan bermalam selama 3 hari
dilembah itu dan menuangkan buah pikirannya kedalam bentuk tulisan yang saat
ini dikenal dengan nama
Tao Te Ching.
Gagasan Lao Tzu
Semuan ide atau gagasan Lao Tzu dituangkan dalam bukunya Tao Te Ching yang
saat ini di akui sebagai Kitab suci Agama Tao. Selain itu Wu-Wei dan Yin-Yang
pun merupakan buah dari ide seorang Lao Tzu.
Kitab Suci Agama Tao
- Tao Te Ching

Tao Te Ching adalah nama kitab penganut Taoisme. Tao Te Ching (Karya Klasik
Tentang Jalan dan Keluhurannya) dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian tentang
Tao, yakni Ketunggalan misterius yang membimbing setiap orang dan segala
sesuatu. Sedangkan bagian lainnya, tentang Te, yaitu daya yang dicapai dengan
mengikuti Tao. Secara keseluruhan, kitab ini terdiri dari 82 bab. Tao Te Ching
memperlihatkan Jalan Taois dan menunjukkan bahwa dengan mengikutinya akan
membuat kita mencapai kehidupan yang memuaskan. Lao Tze memilih mengekspresikan
Tao yang melalui lirik yang ambigu dan puitis, sehingga membangkitkan intuisi
mengenai Tao yang ada dalam diri pembacanya.
lebih lengkap
http://www.confucian.me/forum/topics/kitab-iching-yi-jing
2.Chuang-Tzu

Chuang-Tzu atau Zuangzi, yang merupakan kumpulan 33 bab esai yang terbagi
menjadi tiga bagian: Bab Dalam (nei-p’ien), Bab Luar (wai-p’ien), dan Bab
lain-lain (tsa-p’ien), sebagaimana banyak naskah kuno yang lain. Kitab ini
diberi nama oleh pengarangnya pada abad ke-4 SM, Zuangzi. Penulisnya
adalah Chuang-Tzu atau Chuang Chou. Chuang-Tzu memiliki pengetahuan filsafat terkemuka
di zamannya, begitu pula dengan karya klasik. Berbeda dari para penulis Taois
lainnya, karya-karya Chuang-Tzu juga membahas semua filsafat lainnya, terutama
Konfusianisme. Pemikiran Chuang-Tzu yang tertuang di dalam kitabnya ditulis
dalam 7 bab, sedangkan pemikiran yang lain ditulis sebanyak 26 bab yang
merupakan karya dari murid-muridnya.
lebih lengkap
http://filsafat.kompasiana.com/2011/01/27/hidup-bebas-ala-zhuangzi-kaum-urakan-kuno/
3.Li tzi

Li tzi dianggap sebagai kumpulan cerita-cerita dan hiburan-hiburan dalam
filsafat, kitab ini juga berisikan bahan-bahan yang ditulis selama 600 tahun.
Penulisnya adalah Lieh-Tzu atau Lieh Yu K’ou. Tidak dapat dipastikan apakah
Lieh-Tzu secara pribbadi menulis Kitab Liezi. Sesuai tradisi China dini, tulisan-tulisannya
barangkali dikumpulkan belakangan oleh para muridnya. Kitab yang dianggap
berasal dari Lieh-Tzu ini mungkin sekali merupakan kumpulan dari sejumlah
penulis yang sejalan dengan pemikiran Lieh-Tzu. Jadi, pandangan yang terdapat
dalam kitab itu berasal dari periode sejarah dini, barangkali sekitar 398 SM,
tetapi dikumpulkan belakangan.
lebih lengkap
http://id.wikipedia.org/wiki/Lao_Zi
Tantang Kitab Tao Te ching
kitab su si
penjelasan kitab I ching
Tidak ada komentar:
Posting Komentar